Sejarah Kampoeng Nasyid

Sejarah Kampoeng Nasyid

GSV-OK-BANGETT

Kampoeng Nasyid didirikan pada tanggal 13 Agustus 2011. Adapun pendiri dan penggagas dari Kampoeng Nasyid Entertainment adalah Adhi S. Mendoza, S.P. Alumnus dari Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung ini memang telah menekuni bidang nasyid selama 13 tahun. Adhi S.Mendoza, S.P yang juga berprofesi sebagai presenter TVRI Lampung ini juga merupakan anggota/personil dari grup nasyid GSV, yang telah ia dirikan 8 tahun silam.

Dalam pelaksanaan kegiatan dikampoeng nasyid juga terdapat beberapa bidang pengembangan diantaranya : Bidang Pengembangan Minat dan Bakat, Bidang Administrasi dan Kepustakaan, Bidang Program, Komunikasi dan Informasi Bidang Humas dan Pengembangan Usaha Mandiri.

Menurut pendiri Kampoeng nasyid Adhi S.Mendoza, Awal mulanya kampoeng nasyid hanya konsen memanajemeni grup nasyid GSV, namun sejalan dengan perkembangannya. Setelah Kampoeng nasyid berhasil membawa grup nasyid GSV dikenal dalam kanca nasyid nasional lewat karya-karyanya kampoeng nasyid pun berupaya melebarkan sayapnya dengan menjadi wadah bagi pengembangan nasyid di Lampung. Selain GSV yang pernah berada dalam naungan Kampoeng Nasyid, juga ada Grup Nasyid Bening Nada, Lensa dan beberapa Solois-Solois Nasyid. Keanggotaan kampoeng nasyid juga bukan sekedar dari para penggiat nasyid melainkan juga dari pencinta nasyid yang berdomisili di Lampung. “Saya berharap keberadaan Kampoeng Nasyid dapat memberikan ruang baru bagi perkembangan nasyid yang lebih luas di bumi lampung dan dapat menyentuh banyak lapisan masyarakat lampung. Kampoeng Nasyid hadir untuk memasyarakatkan Nasyid dan Menasyidkan Masyarakat”. Tutur Adhi S.M.

Selaku pendiri Kampoeng nasyid, Adhi S.Mendoza juga berharap akan banyak lembaga yang turut bersinergi bersama Kampoeng Nasyid memasyarakatkan nasyid dan menasyidkan masyarakat di bumi Lampung.

Sementara itu, menurut pelatih vocal kampoeng nasyid Azzam Dimas, potensi talenta-talenta muda lampung sangat besar, keinginan untuk mengembangkan bakat dalam bidang nasyid pun cukup bagus. Namun kelemahan adalah kurangnya perhatian khusus bagi mereka. Adanya kampoeng nasyid ini juga belum dapat menjadi solusi maksimal karna tentu saja memiliki keterbatasan sebagai sebuah komunitas khususnya dalam upaya pengembangan dan pelaksaan program. “kami berharap akan banyak orang-orang yang peduli juga akan perkembangan musik nasyid di lampung, karna nasyoid kan bukan sekedar jadi hiburan tapi juga dapat jadi media syiar”.

Pencinta nasyid dilampung itu cukup banyak, dan hal ini perlu di akomodir dan diiringi dengan perkembangan nasyid yang seimbang. Kampoeng nasyid dengan kegiatan-kegiatannya bukan hanya sekedar memberikan layanan bagi anggotanya untuk mengembangkan minat dan bakat namun juga turut menyelenggarakan event-event yang dapat memfasilitasi para pencinta nasyid di lampung untuk menikmati nasyid dengan secara langsung.  Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ahmad Syafei selaku anggota kampoeng nasyid yang membidangi program, komunikasi dan informasi..

Hingga kini Kampoeng Nasyid telah melakukan kegiatan pengembangan nasyid seperti, Lomba Nasyid “Nasyid Got Talent”, Konser nasyid, Talk Show Nasyid, Rembuk Nasyid dan pembinaan serta pelatihan nasyid secara rutin serta memberikan pelayanan informasi tentang perkembangan nasyid baik lokal maupun nasional. Dalam waktu dekat kampoeng nasyid juga menyiapkan program pelatihan nasyid se-Lampung.

Menurut salah satu anggota Kampoeng nasyid yang juga personil grup LENSA VOICE, Egi Wiralaga yang merupakan mahasiswa fakultas pertanian universirtas Lampung semester 4, menuturkan bahwa sangat banyak manfaat yang telah ia rasakan sejak bergabung di kampoeng nasyid. “Dulu saya tidak pernah mendapat latihan vocal tetapi setelah di Kampoeng nasyid saya rutin mendapatkan pelatihan,” kata Egi. Selain menuurut egi bukan pelatihan vocal namun juga pengenalan nasyid lebih mendalam juga didapatkannya selain juga motivasi untuk terus memasyarakatkan nasyid ke khalayak ramai.

Sementara itu Chandrika Putri Pertiwi, Mahasiswa IAIN semester 4 yang baru saja bergabung dalam Kampoeng Nasyid berharap dapat mengembangkan minat dan bakatnya dalam bernyanyi yang tentu diarahkan pada lagu-lagu yang memiliki pesan positif dan mengingatkan sesama. “Selain belajar banyak tentang nasyid juga banyak dapat teman-teman baru. Mudah-mudahan bisa ikut memasyarakatkan nasyid di Lampung,” Tutur Fajria, salah satu pelajar yang tergabung dalam komunitas Kampoeng Nasyid..

Ada hal yang menarik dari Kampoeng nasyid sebagai komunitas pengembangan nasyid. Dalam upaya menciptakan kemandirian, Kampoeng Nasyid khususnya divisi humas dan pengembangan usaha juga menyediakan layanan jaya berupa hiburan nasyid yang berasal dari talenta yang berada dibawah naungan kampoeng nasyid. Biasanya layanya jasa ini direquest untuk memeriahkan kegiatan-kegiatan perayaan hari besar islam, sampai pada memeriahkan kegiatan resepsi pernikahan. Hal ini diupayakan untuk mengumpulkan pendanaan mandiri guna pelaksanaan program kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan.

“Karna kita tidak punya anggaran pasti maka kita harus punya program pengembangan usaha, dan yang kita lakukan dengan memberikan jasa hiburan nasyid untuk yang memerlukan,” tutur Machfudz fauzi, selaku anggota yang membidangi humas dan pengembangan usaha mandiri.

Sampai sejauh ini Kampoeng Naasyid telah menjalin kerjasama dengan berbagai media lokal di Lampung guna mensyiarkan nasyid secara lebih luas baik melalui media surat kabar, radio maupun televisi. Selain itu Kampoeng nasyid juga menggandeng kemitraan bersama lembaga dakwah kampus dan Perguruan tinggi di Lampung. Hal ini guna mencapai visi kampung nasyid yaitu “Memasyarakatkan Nasyid dan Menasyidkan Masyarakat”.